Satuan Polisi Pamong Praja Kota Payakumbuh kembali bergerak cepat menjaga marwah ketertiban Kota Payakumbuh di tengah meningkatnya aktivitas pelajar usai pengumuman kelulusan sekolah. Sabtu (16/5/2026), personel Regu Operasional 3 dan PPD 3 diterjunkan melakukan patroli cipta kondisi ke sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi tempat berkumpulnya pelajar dan muda-mudi.
Patroli ini bukan sekadar rutinitas biasa. Di balik operasi tersebut, tersimpan kekhawatiran besar terhadap potensi terganggunya ketentraman masyarakat akibat euforia kelulusan yang kerap berujung pada tindakan tidak terkendali. Mulai dari konvoi liar, pesta kelulusan, aksi coret-coret seragam, hingga dugaan perilaku menyimpang di ruang publik menjadi perhatian serius aparat penegak Perda.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Permendagri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perda Kota Payakumbuh Nomor 01 Tahun 2020 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Operasi juga dilakukan atas instruksi langsung pimpinan Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh.
Pantauan personel di lapangan menunjukkan bahwa momen kelulusan sekolah kini bukan lagi sekadar ajang syukuran sederhana. Di sejumlah daerah, perayaan kelulusan justru berubah menjadi aktivitas yang memicu keresahan masyarakat. Karena itu, Satpol PP memilih bergerak cepat sebelum situasi berkembang menjadi gangguan nyata terhadap keamanan dan ketertiban umum.
Lokasi pertama yang disisir petugas adalah kawasan Gelanggang Pacuan Kuda. Di tempat tersebut, aparat mendapati sejumlah anak sekolah sedang berkumpul dan merayakan kelulusan. Suasana yang awalnya terlihat biasa langsung menjadi perhatian personel karena dikhawatirkan memicu keramaian yang tidak terkendali.
Tanpa menunggu situasi membesar, personel Satpol PP langsung memberikan tindakan tegas berupa pembubaran terhadap para pelajar tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar lokasi publik tidak berubah menjadi pusat kerumunan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun tindakan negatif lainnya.
“Kelulusan seharusnya menjadi momen membanggakan, bukan malah dijadikan alasan untuk berkumpul tanpa kontrol di fasilitas umum,” ujar salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi.
Patroli kemudian dilanjutkan menuju kawasan Sungai Pinago dan Taman Batang Agam, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik favorit tempat nongkrong muda-mudi. Di lokasi tersebut, personel menemukan sepasang laki-laki dan perempuan sedang duduk berduaan di area taman.
Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan interogasi guna memastikan tidak adanya pelanggaran norma maupun tindakan yang mengarah pada gangguan ketertiban umum. Meski tidak ditemukan unsur pelanggaran, pasangan tersebut tetap diberikan pembinaan dan diminta segera meninggalkan lokasi.
Langkah preventif ini dinilai penting mengingat kawasan taman kota sering menjadi sorotan masyarakat, terutama apabila digunakan sebagai tempat berkumpul hingga larut atau melakukan aktivitas yang dianggap tidak pantas di ruang publik.
Tak berhenti di sana, patroli kembali bergerak menuju Terminal Koto Nan IV setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan berkumpulnya pelajar SMA yang tengah merayakan kelulusan sekolah di area terminal.
Informasi tersebut diteruskan langsung oleh Kasi SDA Kerjasama Linmas, Indra S.Sos MM, kepada personel yang sedang bertugas di lapangan. Menindaklanjuti laporan warga, aparat bergerak cepat menuju lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Benar saja, setibanya di terminal, personel menemukan sejumlah siswa dan siswi SMA sedang berkumpul di area tersebut. Meski tidak ditemukan tindakan melanggar hukum, keberadaan para pelajar dalam jumlah banyak tetap menjadi perhatian aparat karena berpotensi memicu keributan maupun keresahan masyarakat sekitar.
Dengan pendekatan humanis namun tetap tegas, petugas memberikan imbauan kepada seluruh pelajar agar segera meninggalkan lokasi dan tidak menjadikan terminal sebagai tempat perayaan kelulusan.
Kegiatan patroli berlangsung aman dan kondusif tanpa adanya hambatan berarti. Tidak ditemukan perlawanan maupun tindakan anarkis selama operasi berlangsung.
Namun demikian, fenomena berkumpulnya pelajar di berbagai titik kota usai kelulusan menjadi alarm serius bagi seluruh pihak, baik orang tua, sekolah, maupun pemerintah daerah. Kurangnya pengawasan dikhawatirkan dapat membuka peluang munculnya tindakan negatif yang merusak masa depan generasi muda.
Masyarakat pun berharap patroli rutin seperti ini terus digencarkan, terutama pada momentum kelulusan sekolah yang kerap memicu euforia berlebihan. Kehadiran Satpol PP di lapangan dinilai penting untuk memastikan ruang publik tetap aman, tertib, dan tidak disalahgunakan.
Di tengah suasana kota yang mulai dipadati aktivitas remaja, Satpol PP Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketertiban umum dan merespons cepat setiap laporan masyarakat. Aparat berharap para pelajar dapat merayakan kelulusan dengan cara yang lebih positif, bermartabat, dan tidak merugikan masyarakat luas.
“Situasi aman dan kondusif bukan hadir begitu saja, tetapi harus dijaga bersama,” demikian pesan yang tersirat dari patroli panjang aparat penegak Perda di Kota Payakumbuh hari itu.
Wartawan : Yori Despianto






