Panen Raya Guguak VIII Koto Bersatu Jadi Bukti Nyata Kekuatan Petani, DPRD Lima Puluh Kota Siap Dukung Program Ketahanan Pangan Rakyat

Lima Puluh Kota – Di tengah berbagai tantangan yang masih membayangi sektor pertanian, mulai dari fluktuasi harga hasil panen, tingginya biaya produksi hingga ancaman alih fungsi lahan, masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Guguak VIII Koto Bersatu justru menunjukkan optimisme dan kerja nyata melalui pelaksanaan Panen Raya Padi yang digelar pada Minggu, 31 Mei 2026.

‎Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat dan petani untuk menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Hamparan sawah yang menguning dan hasil panen yang melimpah menjadi bukti nyata bahwa kerja keras petani, apabila didukung dengan semangat gotong royong dan program yang tepat, mampu menghasilkan keberhasilan yang membanggakan.

‎Panen raya tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Fraksi PDI Perjuangan, Siska, serta Ketua PAC PDI Perjuangan, Andi Ilham, bersama jajaran pengurus dan tokoh masyarakat setempat.

‎Kehadiran para pemangku kebijakan di tengah para petani tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap kerja keras masyarakat, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa program-program yang berpihak kepada petani harus terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun legislatif.

‎Dalam kesempatan tersebut, Siska memberikan apresiasi tinggi kepada Organisasi Guguak VIII Koto Bersatu yang dinilai berhasil menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan panen raya ini merupakan bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari program besar dengan anggaran fantastis, melainkan bisa lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap potensi yang dimiliki daerahnya sendiri.

‎”Ini adalah contoh nyata bagaimana masyarakat mampu menjadi pelaku utama pembangunan. Organisasi Guguak VIII Koto Bersatu telah menunjukkan bahwa dengan kebersamaan, kerja keras, dan komitmen yang kuat, sektor pertanian dapat menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat,” ujar Siska di hadapan para petani.

‎Ia menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung program yang digagas oleh organisasi tersebut karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak di tingkat daerah yang harus dijaga secara bersama-sama.

‎Lebih lanjut, Siska menyampaikan bahwa petani tidak boleh hanya dijadikan objek pembangunan, melainkan harus menjadi subjek utama yang memperoleh perhatian dalam setiap kebijakan. Ia berharap program-program pemberdayaan pertanian seperti yang dilakukan Organisasi Guguak VIII Koto Bersatu dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Lima Puluh Kota.

‎Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Andi Ilham menilai bahwa panen raya tersebut menjadi gambaran nyata bahwa masyarakat masih memiliki semangat tinggi dalam mempertahankan sektor pertanian sebagai sumber kehidupan. Menurutnya, keberhasilan panen tidak hanya diukur dari banyaknya gabah yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keberlangsungan pertanian di tengah perubahan zaman.

‎‎”Petani adalah pahlawan pangan. Apa yang dilakukan Organisasi Guguak VIII Koto Bersatu hari ini merupakan langkah nyata dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Ini harus menjadi gerakan bersama yang terus didukung,” ungkap Andi Ilham.

‎Panen raya tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara petani, masyarakat, tokoh daerah, serta para pemangku kebijakan. Suasana kebersamaan terlihat begitu kuat ketika seluruh peserta turun langsung ke areal persawahan untuk menyaksikan proses panen yang menjadi puncak dari perjuangan panjang para petani selama berbulan-bulan.

‎Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan perjuangan yang tidak ringan. Para petani harus menghadapi berbagai tantangan mulai dari kondisi cuaca yang tidak menentu, kebutuhan pupuk, biaya operasional yang terus meningkat, hingga persoalan pemasaran hasil pertanian. Namun dengan semangat pantang menyerah, seluruh hambatan tersebut berhasil dilalui hingga menghasilkan panen yang membanggakan.

‎Keberhasilan panen raya ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa sektor pertanian masih memiliki masa depan yang cerah apabila dikelola secara serius dan mendapatkan dukungan dari semua pihak. Organisasi Guguak VIII Koto Bersatu dinilai berhasil membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari upaya menjaga kedaulatan pangan dan memperkuat kemandirian daerah.

‎Masyarakat berharap keberhasilan yang diraih pada panen raya tahun ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata. Mereka menginginkan adanya langkah-langkah konkret lanjutan berupa peningkatan sarana dan prasarana pertanian, bantuan bibit unggul, perbaikan irigasi, hingga jaminan harga hasil panen yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

‎Panen Raya Padi Organisasi Guguak VIII Koto Bersatu akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan memanen hasil sawah. Kegiatan ini menjelma sebagai simbol perjuangan, kebersamaan, dan optimisme masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, para petani Guguak VIII Koto telah membuktikan bahwa dengan persatuan dan kerja keras, sawah tetap mampu menjadi sumber kehidupan dan harapan bagi masa depan Kabupaten Lima Puluh Kota.

‎wartawan : Yori Despianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *