Bryliant Private Music Course Ukir Sejarah, 14 Medali FLS3N Jadi Bukti Anak Daerah Tak Pernah Kehabisan Cahaya

Payakumbuh – Di tengah derasnya arus zaman yang kian menyeret generasi muda ke dunia instan dan minim kreativitas, hadir secercah harapan dari sebuah rumah musik sederhana di sudut Kota Payakumbuh. Nama itu adalah Bryliant Private Music Course, lembaga pendidikan musik yang perlahan namun pasti menjelma menjadi kawah candradimuka lahirnya talenta-talenta emas Sumatera Barat.

‎Tahun 2026 menjadi tahun penuh kebanggaan. Bryliant Private Music Course sukses mencatat prestasi luar biasa dengan meraih 14 medali pada ajang FLS3N tingkat SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Limapuluh Kota serta Kota Payakumbuh. Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan pendidikan seni yang serius masih mampu melahirkan generasi berprestasi.

‎Lebih membanggakan lagi, dari total raihan tersebut, 7 siswa peraih medali emas dipastikan melaju ke tingkat Provinsi, bahkan 1 siswa berhasil menembus tingkat Nasional. Sebuah pencapaian yang tidak hanya mengharumkan nama lembaga, tetapi juga membawa nama Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota ke panggung yang lebih tinggi.

‎Di Kabupaten Limapuluh Kota, nama-nama muda penuh talenta berhasil mencuri perhatian.

‎Kansha Najla Ariqoh dari SMA 1 Harau sukses meraih Juara 1 Solo Song Putri Tingkat SMA, sementara M. Vicho Pratama dari sekolah yang sama menyabet Juara 1 Solo Song Putra Tingkat SMA. Tak kalah membanggakan, Gaudensiu Jesse Jhuana juga dari SMA 1 Harau meraih Juara 1 Cipta Lagu Tingkat SMA.

‎Prestasi kelompok pun tak kalah gemilang. SMP 1 Kecamatan Guguak berhasil meraih Juara 1 Ansambel Musik Tingkat SMP, sedangkan SMP 1 Kecamatan Harau membawa pulang Juara 2 Ansambel Musik Tingkat SMP.

‎Sementara itu, Kota Payakumbuh turut menunjukkan dominasinya lewat sederet prestasi membanggakan.

‎Putri Khairani Atmam dari SMA 4 Payakumbuh berhasil menjadi Juara 1 Solo Putri Tingkat SMA, disusul Rafa Shazia Ramadonny dari SMP 2 Payakumbuh yang meraih Juara 1 Solo Song Tingkat SMP. Di tingkat SD, Quinzi Khairani Atmam dari SDN 02 Payakumbuh sukses meraih Juara 1 Solo Song Tingkat SD.

‎Tak berhenti di sana, nama-nama seperti Halvino Atha Falephi dari SMAN 3 Payakumbuh sebagai Juara 2 Solo Putra SMA, Shalihatunnisa Abqory dari SDN 11 Payakumbuh sebagai Juara 2 Solo Song SD, serta Balqis Ufaira Rudvi dari SDN 03 Payakumbuh yang meraih Juara 3 Solo Song SD, turut memperkuat dominasi Bryliant Private Music Course di dunia seni musik pelajar.

‎Bahkan, Abdiello Justin Gilbert dari SDN 21 Payakumbuh juga berhasil membawa pulang Juara Harapan 2 Solo Song Tingkat SD.

‎Di balik gemerlap prestasi itu, ada perjuangan panjang yang mungkin tak banyak diketahui publik. Bryliant Private Music Course yang berdiri sejak 30 Agustus 2020 di kawasan Perumahan Jeant Tiakar Blok Delima, Payakumbuh Timur, bukanlah lembaga besar dengan fasilitas mewah. Namun dari tempat sederhana itu, lahir anak-anak hebat yang kini menjadi kebanggaan daerah.

‎Di bawah binaan Genta Nafri Wenda, S.Pd., M.Pd., Gr, Bryliant bukan hanya mengajarkan teknik vokal atau memainkan alat musik. Lebih dari itu, tempat ini membangun mental, rasa percaya diri, disiplin, dan mimpi besar bagi anak-anak daerah agar berani tampil dan bersaing.

‎Prestasi Bryliant pun tidak berhenti di ajang FLS3N. Salah satu siswa binaannya, Dirga Pratama Fajri dari SD IT Kutab An-Nahl, juga sukses menorehkan prestasi pada ajang ASIAN ETHNIC Minang Got Talent 2026 dan dijadwalkan akan melaju ke tingkat Nasional pada bulan Juni mendatang.

‎Ini menjadi bukti bahwa bakat anak-anak daerah tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya. Mereka hanya butuh ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang.

‎Keberhasilan Bryliant Private Music Course sejatinya menjadi tamparan halus bagi semua pihak bahwa pendidikan seni bukan sekadar pelengkap, melainkan investasi penting untuk masa depan generasi muda. Dari seni, anak-anak belajar tentang kerja keras, kepekaan, keberanian, dan semangat untuk terus berjuang.

‎Kini masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota menaruh harapan besar agar para siswa terbaik ini mampu kembali mengukir prestasi di tingkat Provinsi hingga Nasional. Dukungan moral dan doa masyarakat tentu menjadi energi besar bagi mereka untuk membawa nama daerah semakin dikenal di pentas Indonesia.

‎Karena sesungguhnya, ketika anak-anak daerah mampu berdiri di atas panggung prestasi, yang menang bukan hanya sekolah atau lembaga kursusnya semata tetapi harga diri dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat.

Wartawan: Yori Despianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *