Lima Puluh Kota — Sebuah kabar membanggakan sekaligus menggetarkan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota. Di tengah maraknya berita negatif tentang generasi muda, seorang anak nagari asal Jorong Piladang justru tampil memecahkan batas dan membuktikan bahwa anak kampung juga mampu berdiri di panggung internasional.
Adalah Juanda Ramadhan, siswa kelas 7 dari MTsN 6 Kabupaten Lima Puluh Kota, yang berhasil lolos dalam ajang bergengsi Asian Ethnic Got Talent Internasional 2026. Kompetisi tingkat Asia tersebut akan digelar pada tanggal 25, 26, dan 27 Juni 2026 di Jakarta, dan akan mempertemukan peserta berbakat dari 8 negara Asia.
Prestasi ini sontak menjadi kebanggaan besar masyarakat Lima Puluh Kota. Pasalnya, tidak banyak anak daerah yang mampu menembus kompetisi internasional sebesar itu. Juanda hadir membawa nama sekolah, nama kampung halaman, bahkan nama Sumatera Barat ke hadapan dunia internasional.
Putra dari Roni Rahman itu kini menjadi sorotan masyarakat karena keberhasilannya dianggap sebagai simbol kebangkitan generasi muda daerah. Di usianya yang masih sangat muda, Juanda berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Dengan semangat, disiplin, dan keberanian, ia mampu menembus seleksi ketat hingga akhirnya resmi menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang internasional tersebut.
Keberhasilan Juanda juga menjadi bukti bahwa pendidikan di daerah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Muhardi Dt Manggoga, MTsN 6 Kabupaten Lima Puluh Kota dinilai berhasil melahirkan siswa-siswa berprestasi yang siap bersaing di level dunia.
Banyak masyarakat menilai pencapaian ini adalah “tamparan keras” bagi pihak-pihak yang selama ini meremehkan kemampuan anak-anak nagari. Sebab dari sebuah sekolah di daerah, lahir seorang pelajar yang kini akan berdiri sejajar dengan peserta internasional dari berbagai negara Asia.
“Ini bukan prestasi biasa. Ini kebanggaan daerah. Anak dari Jorong Piladang bisa lolos ke ajang internasional, itu luar biasa,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat dengan penuh haru.
Perjalanan Juanda menuju panggung Asia tentu tidak mudah. Dibalik keberhasilannya hari ini, ada perjuangan panjang, latihan tanpa kenal lelah, dukungan keluarga, guru, dan doa masyarakat yang terus mengalir. Banyak pihak mengaku bangga melihat seorang pelajar muda mampu membawa semangat baru bagi generasi muda Lima Puluh Kota.
Ajang Asian Ethnic Got Talent Internasional 2026 sendiri dikenal sebagai kompetisi besar yang mempertemukan bakat-bakat terbaik dari berbagai negara Asia. Peserta yang tampil bukan hanya dituntut memiliki kemampuan, tetapi juga mental kuat, disiplin, dan keberanian untuk tampil di hadapan publik internasional.
Kini, masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota menaruh harapan besar kepada Juanda Ramadhan agar mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Dukungan demi dukungan mulai bermunculan dari masyarakat, tokoh pemuda, hingga kalangan pendidikan yang berharap pemerintah daerah juga ikut memberikan perhatian serius terhadap putra-putri daerah berprestasi seperti Juanda.
Prestasi Juanda juga menjadi pengingat bahwa di balik pelosok kampung, masih banyak anak-anak berbakat yang membutuhkan dukungan dan kesempatan. Jika dibina dengan serius, bukan tidak mungkin Lima Puluh Kota akan terus melahirkan generasi hebat yang mampu mengguncang panggung nasional hingga internasional.
Hari ini, nama Juanda Ramadhan bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga dan sekolahnya. Lebih dari itu, ia telah menjadi simbol harapan baru bagi generasi muda Kabupaten Lima Puluh Kota — bahwa anak nagari bisa bangkit, bisa bersaing, dan bisa membuat dunia menoleh kepada Sumatera Barat.
Wartawan : Yori Midun






