PETIEMASSUMATERA, – PAYAKUMBUH – Momentum pengumuman kelulusan siswa kelas IX tahun ajaran 2025/2026 menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat keamanan. Menyikapi potensi euforia berlebihan yang kerap terjadi usai pengumuman kelulusan, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh satuan pendidikan agar menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, S.Pd., M.S.E., menegaskan bahwa kelulusan harus disyukuri dengan cara yang positif, sederhana, dan bermanfaat, bukan dengan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Dalam surat imbauan tersebut, sekolah diminta tidak mengumpulkan siswa tanpa kepentingan yang jelas saat pengumuman kelulusan. Selain itu, siswa dan orang tua diingatkan agar tidak melakukan konvoi kendaraan, arak-arakan, balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, aksi coret-coret seragam, maupun bentuk perayaan negatif lainnya.
Pengawasan orang tua juga menjadi perhatian utama. Dinas Pendidikan meminta seluruh sekolah berkoordinasi dengan wali murid guna memastikan para siswa tetap berada dalam pengawasan setelah menerima hasil kelulusan.
Sebagai bentuk langkah preventif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Padang Tiakar, Yoga, melakukan monitoring langsung ke SMP Negeri 8 Payakumbuh pada hari pengumuman kelulusan. Kehadirannya bertujuan memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib.
Dalam kunjungannya, Yoga berkoordinasi dengan Plt. Kepala SMPN 8 Payakumbuh terkait jadwal pengumuman dan jumlah siswa yang dinyatakan lulus. Pihak sekolah menjelaskan bahwa hasil kelulusan baru akan diketahui setelah rapat dewan guru yang dilaksanakan usai salat Zuhur.
Menariknya, SMPN 8 Payakumbuh memilih mengumumkan kelulusan secara daring melalui wali kelas masing-masing. Langkah ini sengaja diambil untuk meminimalisir potensi kerumunan siswa sekaligus mencegah berbagai tindakan yang sering muncul saat momen kelulusan.
“Penyampaian hasil kelulusan dilakukan secara online kepada masing-masing siswa. Ini merupakan upaya untuk menghindari konvoi, coret-coretan, tawuran, pesta kelulusan yang berlebihan, penyalahgunaan miras dan narkoba, bullying, serta berbagai aktivitas yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat,” ujar pihak sekolah.
Sinergi antara Dinas Pendidikan, pihak sekolah, aparat kepolisian, dan orang tua dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga momen kelulusan tetap berjalan aman dan bermartabat. Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal menuju jenjang yang lebih tinggi dan masa depan yang lebih cerah.
Pemerintah berharap seluruh siswa dapat menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi kelulusan dengan menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Prestasi dan keberhasilan hendaknya dirayakan dengan rasa syukur, bukan dengan euforia yang berujung pada pelanggaran hukum dan gangguan ketertiban masyarakat.
Wartawan: Nofri






