Dari Senayan ke Pelosok: Lobi Kilat Bupati Safni Pecahkan Kebuntuan Sinyal di Limapuluh Kota

Lima Puluh Kota — Perjalanan dinas Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, ke Jakarta tak sekadar formalitas. Di tengah sorotan publik soal krisis sinyal yang menghambat aktivitas masyarakat hingga pelaksanaan ujian, Safni memilih bergerak cepat—langsung menembus pusat kekuasaan di Senayan.

‎Sabtu, 11 April 2026, Safni bertemu dengan Andre Rosiade, Ketua DPD Gerindra yang juga anggota DPR RI. Pertemuan itu bukan basa-basi politik, melainkan langkah konkret: menyerahkan proposal pembangunan tower Telkom untuk wilayah blank spot yang selama ini terpinggirkan dari akses digital.

‎Tiga nagari yang menjadi prioritas adalah Situjuah, Kecamatan Kapur IX, serta Maek—daerah yang hingga kini masih berjibaku dengan keterbatasan jaringan telekomunikasi.

‎“Alhamdulillah, langsung direspon,” tegas Safni, menandai bahwa langkah cepatnya tak berujung sia-sia.

‎Andre Rosiade pun tak menampik urgensi persoalan tersebut. Ia mengaku telah melihat langsung video kondisi blank spot yang viral, khususnya saat pelaksanaan ujian di Kecamatan Kapur IX, termasuk Nagari Galugua dan Maek.

‎“Saya sudah melihat sendiri bagaimana sulitnya akses sinyal di sana. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Andre.

‎Tak berhenti pada janji, Andre langsung mengaitkan persoalan ini dengan jalur eksekusi. Ia menyebut akan berkoordinasi bersama Nugie Nugroho untuk segera merealisasikan pembangunan BTS tower Telkomsel di wilayah terdampak.

‎Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan akses digital dan penguatan infrastruktur telekomunikasi hingga ke daerah terpencil.

‎Jika terealisasi, pembangunan BTS ini bukan sekadar soal sinyal—melainkan membuka akses pendidikan, ekonomi digital, hingga layanan publik yang selama ini terhambat.

‎Namun publik tentu akan menunggu: apakah gebrakan ini benar-benar akan menembus birokrasi dan terealisasi di lapangan, atau kembali tersendat di meja kebijakan?

‎Yang jelas, langkah cepat Safni telah mengirim pesan tegas—bahwa ketimpangan digital di Limapuluh Kota tak lagi bisa ditoleransi. Kini, semua mata tertuju pada realisasi.

Watawan: Yori_BM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *