Diduga Dianiaya Anak Kandung, Anggota DPRD Limapuluh Kota Tempuh Jalur Hukum

‎Kabupaten Limapuluh Kota kembali diguncang kabar mengejutkan. Seorang anggota DPRD berinisial AJM resmi melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri ke pihak kepolisian. Ironisnya, bukan hanya AJM yang disebut menjadi korban, sang istri juga dikabarkan mengalami perlakuan serupa dalam insiden berbeda.

‎Peristiwa yang menyita perhatian publik itu dilaporkan ke Mapolsek Payakumbuh (Simalanggang) pada Sabtu, 10 Mei 2026. Hingga kini, laporan tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian dan tengah memasuki tahap penyelidikan lebih lanjut.

‎Kasus ini sontak menjadi sorotan tajam masyarakat. Sebab, sosok yang selama ini dikenal sebagai wakil rakyat justru harus menghadapi persoalan pahit di lingkungan keluarganya sendiri. Dugaan penganiayaan dalam lingkup keluarga itu memunculkan banyak tanda tanya, terutama terkait apa yang sebenarnya terjadi hingga persoalan internal berujung laporan pidana.

‎Kapolres Payakumbuh AKBP Ricky Ricardo melalui Kapolsek Payakumbuh AKP Asril Rivai membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, AJM datang langsung membuat laporan dengan dugaan telah mengalami penganiayaan.

‎“Iya betul ada laporan. Kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota berinisial AJM melapor karena mengaku dianiaya,” ujar AKP Asril Rivai saat dikonfirmasi, Minggu 10 Mei 2026.

‎Tak hanya itu, pihak kepolisian juga membenarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap istri AJM yang disebut terjadi di lokasi berbeda.

‎“Istrinya juga diduga menjadi korban, dan terlapor merupakan anak kandung mereka sendiri,” tambahnya.

‎Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi kondisi sosial masyarakat saat ini. Di tengah tuntutan moral dan kehormatan keluarga, dugaan kekerasan yang menyeret hubungan antara orang tua dan anak kandung dinilai sebagai persoalan serius yang tak bisa dianggap sepele.

‎Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara objektif dan transparan. Sementara itu, berbagai pihak berharap persoalan ini dapat segera menemukan titik terang tanpa menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Wartawan: Yori Despianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *